Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

Enam Tahun Pertama Periode Sensitif Pada Jaringan Otak AnakEnam Tahun Pertama Periode Sensitif Pada Jaringan Otak Anak

Semua orang tua merasa anak mereka istimewa, namun bagaimana jika anak Anda benar-benar luar biasa? Berikut ini adalah tanda-tanda awal yang harus diperhatikan. 

Selasa, 19 Oktober 2010



Mikroprosesor adalah sebuah chip (IC) yang bekerja dengan program. Fungsi Mikroprosesor adalah sebagai pengontrol atau pengolah utama dalam suatu rangkaian elektronik. Mikroprosesor biasa disebut juga CPU (Central Processing Unit). Setiap komputer yang kita gunakan didalamnya pasti terdapat mikroprosesor. Mikroprosesor, dikenal juga dengan sebutan Central Processing Unit (CPU) artinya unit pengolahan pusat. CPU adalah pusat dari proses perhitungan dan pengolahan data yang terbuat dari sebuah lempengan yang disebut “chip”. Chip sering disebut juga dengan “Integrated Circuit (IC)”, bentuknya kecil, terbuat dari lempengan silikon dan bisa terdiri dari 10 juta transistor. II. Perkembangan Mikroprosesor Perkembangan Mikroprosesor yang dilahirkan oleh intel bisa dilihat melalui tabel dibawah ini :

Nama Prosesor Tahun Keluar Jumlah Transistor Micron Clock speed Data width MIPS 8080 1974 6000 6 2 MHz 8 0,64 8088 1979 29.000 3 5 MHz 16 bits, 8 bit bus 0,33 80286 1982 134.000 1,5 6 MHz 16 bits 1 80386 1985 275.000 1,5 16 MHz 32 bits 5 80486 1989 1.200.000 1 25 MHz 32 bits 20 Pentium 1993 3.100.000 0,8 60 MHz 32 bits, 64 bit 100 Pentium II 1997 7.500.000 0,35 233 MHz 32 bits, 64 bit bus 400 Pentium III 1999 9.500.000 0,25 450 MHz 32 bits, 64 bit bus 1.000 Tahun 2000, lahirlah intel pentium IV prosesor yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.4 GHz. Dulunya dimulai dengan kecepatan 1.3 GHz kemudian 3.06 GHz akhirnya bisa mencapai 3.4 GHz. Tahun 2001, lahirnya intel Xeon prosesor yang memiliki prosesor intel pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai komputer server, dan mempunyai jumlah pin lebih banyak serta memory L2 cache yang lebih besar. Akhir tahun 2001, lahirnya Intel Itanium Prosesor adalah prosesor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakaian pada server dan workstation serta pemakain tertentu. Prosesor ini sudah dibuat dengan struktur yang didasarkan pada desain dan teknologi intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing (EPIC). Tahun 2002 lahirlah Intel Itanium 2 prosesor, itanium 2 adalah generasi ke dua dari keluarga itanium. Tahun 2003 lahirlah mikropsosesor dari Intel Pentium M prosesor dimana menggunakan chipset 855 dan intel pro/Wireless 2100 adalah komponen dari intel Centrino. Tahun 2004 lahirlah Intel pentium M 735/745/755 prosesor dimana dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2 Mb L2 cache 400 MHz system bus dan kecocokan dengan soket prosesor dari seri-seri pentium M sebelumnya. Akhir tahun 2004 lahirlah mikroprosesor dari intel E7520/E7320 Chipsets, dimana dapat digunakan untuk dua prosesor dengan konfigurasi 800 MHz FSB DDR2 400 memory dan PCL Express peripheral interfaces. Tahun 2005 lahirlah intel pentium 4 Extreme edition 3.73 GHz dimana prosesor ini menggunakan konfigurasi 3.73 GHz frekuensi 1.066 GHZ FSB,EM64T,2MBL2 cache, dan HyperThreading. Tahun 2006 lahirlah mikroprosesor Intel core 2 Quad Q6600, digunakan untuk tipe desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4 GHz dengan 8 MB L2 cache (sampai dengan 4 MB yang diakses tiap core), 1.06 GHz Front – side bus dan thermal design power (TDP). Akhir Tahun 2006, lahirlah Intel Quad core xeon X3210/X3220 dimana prosesor yang digunakan untuk tipe ini adalah tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 GHz dan 2.4 GHz berturut-turut, dengan 8 MBL2 cache (dapat mencapai 4 MB yang diakses untuk tiap core), 1.06 GHz Front-side bus dantermal design power (TDP).

sumber : http://afmanindya.blogdetik.com

Senin, 15 Desember 2008


Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Apa penyebabnya? Meteor jatuh? Variasi panas Matahari? Gunung meletus yang menyebabkan awan asap? Perubahan arah angin akibat perubahan struktur muka Bumi dan arus laut? Atau karena komposisi udara yang berubah? Atau sebab yang lain?

Sampai baru pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?

Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.

Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).

Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.

Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.

Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.

Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 - yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.

Lalu, jika memang terjadi pemanasan, sebagaimana disebut; yang kemudian dikenal sebagai pemanasan global, (atau dalam istilah populer bahasa Inggris, kita sebut sebagai Global Warming): Apakah merupakan fenomena alam yang tidak terhindarkan? Atau ada suatu sebab yang signfikan, sehingga menjadi ‘populer’ seperti sekarang ini? Apakah karena Al Gore dengan filmnya “An Inconvenient Truth” yang mempopulerkan global warming? Tentunya tidak sesederhana itu.

Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global.
dhamar . Diberdayakan oleh Blogger.

Page viewed