Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liburan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juni 2014

Berikut tips menikmati perjalanan dinas

Tidak selamanya tugas kantor bikin kepala mumet. Ada beberapa pekerjaan kantor yang menyenangkan dilakukan, seperti saat diharuskan bekerja ke luar kota atau perjalanan dinas.
Meski tetap diembel-embeli pekerjaan yang harus diselesaikan, perjalanan dinas dapat disiasati sebagai momen jalan-jalan Anda. 
Caranya, perhatikan tip berikut ini supaya dapat menikmati perjalanan dinas :
1. Temukan waktu kosong di sela itinerary pekerjaan Anda. Supaya Anda bisa menentukan tempat wisata mana yang cocok dengan waktu luang yang ada.
2. Tentukan tempat tujuan wisata. Mengingat waktu yang terjadwal, sebaiknya lakukan riset mengenai tempat wisata mana yang memungkinkan untuk didatangi sebelum berangkat tugas luar kota. Dengan tentunya menyesuaikan dengan waktu lowong itinerary Anda.
3. Setelah sudah disesuaikan waktu dan tempat wisata mana yang akan dituju. Baru kemudian gali lebih detail lagi spot mana yang menarik, kuliner apa yang harus dicoba, dan perlengkapan apa yang perlu dibawa.
4. Transportasi. Cari tahu jenis transportasi apa yang harus dinaiki untuk mencapai tujuan wisata. Jika dengan kendaraan umum waktunya masih memungkinkan lakukan saja. Karena hal itu bisa menghemat keuangan Anda yang nantinya bisa dibelanjakan lebih untuk suvenir khas daerah tersebut.
5. Siapkan uang tunai seperlunya. Jangan sampai saat Anda membayar ternyata tempat itu tidak menyediakan alat EDC [Electronic Data Capture] untuk transaksi menggunakan kartu kredit.
Semoga bermanfaat dan Anda sukses menikmati wisata di sela perjalanan dinas Anda. « teks @bartno
sumber

Kamis, 22 Mei 2014

Traveling sudah tak lagi menjadi sesuatu yang mewah karena harga tiket pesawat lebih terjangkau serta hadirnya teknologi yang efisien. Hal ini merevolusi cara orang bepergian dan merencanakan liburannya.
Bagi penduduk kota besar seperti Jakarta, berwisata bahkan jadi semacam keharusan untuk menyegarkan pikiran dari kepadatan rutinitas. Berikut adalah beberapa kiat yang biasa dilakukan bagi traveler pemula untuk dapat jalan-jalan dengan hemat.

Rabu, 03 Maret 2010


Perjalanan ke Dempo 1

Kami mahasiswa unsri yang bisa dikatakan hanya untuk bersenang dalam kegiatan mendaki, tidak ikut suatu organisasi mapala. Dikarenakan kita tidak mempunyai beban dalam suatu kegiatan oraganisasi dan yang pastinya kami bebas melakukan suatu kegitan. Kami yang terdiri dari Saya, papam, billt, dan agus dan 6 orang lagi temennya papam, berencana mendaki gunung yang tertinggi di sumatera bagian selatan yaitu gunung Dempo. Hal itu terlaksana pada tanggal 22 Desember 2009. Karena kegiatan kuliah kami yang bisa dikatakan padat, membuat kami hanya mempunyai waktu kurang lebih 5 hari libur, dan langsung berencana mendaki gunung dempo itu. Papam yang boleh dikatakan sering mendaki gunung dia pun sebagai leader kami dalam pendakian gunung tersebut.

Sore harinya kami pun berangkat pergi ke kora pagaralam yang merupakan kota yang terdapat di gunung dempo itu. Perjalanan kami dari kota Palembang ke kota Pagaralam mencapai kurang lebih memakan waktu 7 jam. Menngunakan bus Telaga biruyang merupakan bus Pagaralam Palembang, Sekitar jam 11 malamkami tiba di rumah Pak Anton, nama Pak Anton cukup dikenal oleh para pendaki gunung dempo. Karena Pak Anton menyediakan Base Camp yang berada di belakang rumahnya. Rumahnya tepatnya di kampung 1, didepan pabrik teh yang ada di Pagar Alam. Kami pun istirahat sebentar di basecamp tersebut dan pada jam setengah 5 pagi kami memulai perjalanan untuk mendaki puncak gunung dempo tersebut.

Kami berjalan kurang lebih 3 jam, menyisiri kampung-kampung dan hamparan kebun teh. Seger banget menghirup udara pagi yang sejuk disana, Kami pun istirahat di kampung 4 yang merupakan kampung terakhir sebelum pintu rimba, dan sarapan pagi disana, dan 1 jam selanjutnya sekitar jam 9 kami melanjutkan perjalanan kami, sekita 1 jam berikutnya kami tiba di pintu rimba gunung dempo jam 10. Kami pun duduk sambil berfoto-foto dan istirahat guna mengisi tenaga untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang. Dari pintu rimba ini jalan yang kita lalui sangat menantang, jalan setapak yang kanan kirinya ditumbuhi pohon-pohon yang besar dan duri yang cukup tajam. 1 jam perjalanan dari pintu rimba kami tiba di selter 1. Diselter 1 ini kabut tebal menyelimuti perjalan kami, dan hujan pun turun. Apa boleh buat kami harus istirahat sambil menuunggu hujan reda untuk dapat kembali melanjutkan perjalanan. Udah hampir setengah jam hujan turun dan tidak lama kemudian hujan reda, kami pun melanjutkan perjanan ke selter 2 yang kurang lebih memakan waktu tempu 2 jam. Setengah jam kemudian kami melanjutkan perjalanan lagi, hujan pun turun lagi, kali ini semangkin deras, kami pun membuat tempat istirahat lagi, kami pun istirahat sambil kediginanan karena pakaian yang kami pakai basah semua. Papam sebagai leadder kami berkata bahwa cuaca yang seperti ini tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjanan, akan banyak sekali resiko yang akan kita temukan jika kami terus melanjutkan perjalan.

Akhirnya hujan-hujan kami turun kembali ke kampung 4 dan berencana ngecamp disana. Jalan yang licin menngiringi kami turun dari selter 1 ke kampung 4 membuat saya dan beberapa teman tergelincir jatuh. Sekitar 2 jam kami tiba di kampung 4 dan membersikan badan di rumah penduduk, dan sekalian mengisi perut, hehehehee. Setelah itu kami mencari lokasi yang akan kami dirikan tenda. Tempatnya pun indah dan dari temapat kami ngecamp dapat melihat pemandangan yang amat indah, sekitar jam 5 sore kami mendirikan tenda dan siap-siap untuk tidur, tapi sebelumnya kami makan terlebih dahulu. Malamnya pun hujan turun kembali dan tenda yang kami gunakan merembes, hingga basah sedikit.

Paginya sekitar jam 7 kami bangun dan pemandangan yang kami lihat sangat indah, karena tidak ditutupi awan-awan, tidak lupa kami pun berfoto-foto sebagai kenang-kenangan disana, setelah puas berfoto ria, kami pun sarapan dan tidak lupa ditemani kopi yang hangat membuat badan terasa hangat kembali. Langit pun cerah kami menjemur semua peralatan dan baju-baju yang basah. Kami pun kedatangan pak Anton yang melihat-lihat keadaan pendaki, kami pun berfoto-foto dengan pak Anton. Ia ibaratkan artis gunung dempo, hehehehe.

Jam 2 kami turun lagi ke base camp pak Anton untuk pulang lagi ke palembang, kami memakan waktu 3 jam dari kampung 4 ke base camp (kampung 1). Kami pun istirahat dan siap-siap untuk pulang ke Palembang pada jam 10 malam. Pada waktu hampir pulang kami tidak lupa Pak Anton berbagi pengalaman dengan kami (cerita- cerita) mengenai gunung dempo. Tidak terasa sebentar lagi mobil kami akan menjemput, kami pun berpamitan dengan Pak Anton. Mobil bus itu menjemput ke base camp. Dan akhirnya kami pulang lagi ke palembang, pada perjalanan pulang pantat saya terasa keram rasanya susah bergerak dan sebagainya, mungkin dikarenakan jatuh pada perjalan pulang tadi hehehe. sampai di palembang sekitar pukul 5 pagi dan langsung menuju rumah papam.

Dikarenakan kami gagal sampai puncak, Saya pun berniat suatu saat akan mengulangi peristiwa ini, dan berharap akan sampai pada puncak gunung dempo. Amin...

dhamar . Diberdayakan oleh Blogger.

Page viewed